<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Peta perubahan</title>
	<atom:link href="http://cakramotiv12.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cakramotiv12.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Feb 2010 15:43:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cakramotiv12.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Peta perubahan</title>
		<link>http://cakramotiv12.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cakramotiv12.wordpress.com/osd.xml" title="Peta perubahan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cakramotiv12.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>“JANGAN BUNUH KUDANYA”</title>
		<link>http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/02/07/%e2%80%9cmelacak-jejak-%e2%80%98foto-diri%e2%80%99-anda%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/02/07/%e2%80%9cmelacak-jejak-%e2%80%98foto-diri%e2%80%99-anda%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 13:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakrasastra12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/02/07/%e2%80%9cmelacak-jejak-%e2%80%98foto-diri%e2%80%99-anda%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[BL Padatu Saya terpesona dengan sebuah cerita tentang penyampai pesan. “Jika anda ditugaskan menyampaikan sebuah pesan penting dengan jarak tempuh yang jauh dengan menggunakan kendaraan kuda, pastikan kudanya tetap hidup.” Demikian inti cerita tersebut. Sepenting apapun pesan yang harus anda &#8230; <a href="http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/02/07/%e2%80%9cmelacak-jejak-%e2%80%98foto-diri%e2%80%99-anda%e2%80%9d/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakramotiv12.wordpress.com&amp;blog=10790971&amp;post=13&amp;subd=cakramotiv12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BL Padatu</p>
<p>Saya terpesona dengan sebuah cerita tentang penyampai pesan. “Jika anda ditugaskan menyampaikan sebuah pesan penting dengan jarak tempuh yang jauh dengan menggunakan kendaraan kuda, pastikan kudanya tetap hidup.” Demikian inti cerita tersebut. Sepenting apapun pesan yang harus anda sampaikan pastikan keberadaan kuda tersebut menjadi sama pentingnya dengan pesan anda.</p>
<p>“Kuda” dalam tulisan ini saya gunakan sebagai metafora keberadaan tubuh kita. Tubuh adalah “Kuda” bagi pesan yang anda ingin sampaikan. Pesan apapun; cita-cita, gagasan, rencana-rencana,dll membutuhkan keberadaan “kuda” (tubuh) sebagai medium tersampaikannya pesan-pesan anda.</p>
<p>Sebagaimana se-ekor kuda dalam pengertian sebenarnyamembutuhkan perawatan;makanan dan minuman, istirahat bila melampaui beban tempuh atau jarak tempuh, demikian halnya keberadaan “Kuda”(tubuh) manusia. Manusia mesti memperhatikan pemeliharaan tubuhnya. Tubuh yang tidak dirawat tentu akan menimbulkan kumpulan masalah (penyakit) yang dapat mengurangi kekuatan “kuda” atau panjangnya usia hidup.Jika “kuda” anda lemah dan sakit bagamana mungkin pesan-pesan anda yang brilyan dapat diterima seseorang yang anda tujukan atau maksudkan.</p>
<p>Bagaimana cara anda membunuh “kuda” anda sendiri? Pertanyaan ini sungguh baik untuk ditelusuri beragam kemungkinan jawabannya. Saat anda memberi makan tubuh anda tanpa didasari pengetahuan tentang kebutuhan utama tubuh anda sesungguhnya proses pembunuhan “kuda” sedang berlangsung. Ketika anda melakukan pekerjaan atau aktivitas melampaui daya rentang atau kekuatan anda proses pembunuhan “kuda” juga terjadi. Ketika anda bekerja dengan merampas waktu istirahat,waktu makan, kuda anda akan menderita untuk kemudian menua secara buruk. Ketika kehidupan anda diisi dengan interior kepanikan, kegelisahan berlebihan, anda sedang menuntun kuda anda tanpa kemantapan tujuan hidup, dengan demikian kekacauan psikis tersebut lamban laun menuntun anda pada kematian dini.</p>
<p>Sebuah adagium(pepatah) menarik bertutur “tubuh yang tidak terlatih sama dengan bunyi berderak-derak pada mobil, karena itu jaga tubuh anda dengan selalu berlatih.”  Daya tahan “kuda” anda terus merosot manakala anda alfa untuk melatihnya.Anda akan kehilangan kekuatan otot tubuh anda hanya dengan mengurangi aktivitas gerak tubuh.Jika ini terjadi anda dalam keadaan berbahaya.</p>
<p>Anutan filosofi makan yang keliru merupakan senjata pembunuh  halus “kuda” anda. Ketika seorang memberi makan “kuda”, pastikan filosofi anutan anda adalah memberi makan tubuh(soal kebutuhan gizi) bukan memberi makan rasa (soal lidah/enaknya saja). Banyak pribadi dalam pola makannya terperangkap menomorsatukan pertimbangan memenuhi rengekan rasa.Makan makanan dengan kategori junk food (makanan sampah), sekedar mengenyangkan namun miskin kandungan gizi.</p>
<p>Sebagai pribadi yang kaya dengan potensi “pesan” anda semestinya merancang sebuah gaya hidup yang berorientasi pada kesadaran bagaimana caranya panjang umur melalui perawatan tubuh yang baik, bukan sekedar mengkosmetik diri (perawatan luar tubuh). Kita tentu mengetahui bahwa segala sesuatu yang dirawat dengan baik tentu memperlihatkan kualitas tubuh yang jauh berbeda dengan perkembangan tubuh yang tidak terawat dengan benar. Prinsipnya adalah baik memikirkan dan memperlaukan perawatan tubuh untuk tujuan “menua dengan cara lebih baik.”</p>
<p>Pesan yang hendak anda sampaikan tentunya memiliki hubungan dengan sukses yang ingin anda wujudkan dengan mengelola pesan-pesan anda menjadi sesuatu yang berguna bagi orang lain dan tentunya bagi anda sendiri sebagai keadilan alamiah. Persoalannya akan lain jika anda menganut prinsip atau nalar hidup yang berlawanan dengan aturan main kesuksesan. Ingatkan diri anda bahwa meraih yang terbaik hanya terjadi dengan strategi terbaik.Salah satu strategi tersebut adalah “Kuda” anda, tepatnya tubuh anda. Jika anda memiliki tubuh yang baik syarat sukses sudah anda penuhi dan seiring proses waktu dan usaha anda, pesan-pesan anda akan tersampaikan dan bermanfaat bagi orang lain dan anda. Selamat merawat, menunggangi “kuda” anda, berlari bersamanya untuk menebar “Pesan-pesan maha mulia” bagi kehidupan disepanjang lintasan derap kaki “kuda” anda.</p>
<p>Salam “Kuda”</p>
<p>Yogjakarta 29/01/’10</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakramotiv12.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakramotiv12.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakramotiv12.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakramotiv12.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cakramotiv12.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cakramotiv12.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cakramotiv12.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cakramotiv12.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakramotiv12.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakramotiv12.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakramotiv12.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakramotiv12.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakramotiv12.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakramotiv12.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakramotiv12.wordpress.com&amp;blog=10790971&amp;post=13&amp;subd=cakramotiv12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/02/07/%e2%80%9cmelacak-jejak-%e2%80%98foto-diri%e2%80%99-anda%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fcc62d35898c6bd90b6004a0556100b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cakrasastra12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Apa Tidak Menabung?</title>
		<link>http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/01/13/untuk-apa-tidak-menabung/</link>
		<comments>http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/01/13/untuk-apa-tidak-menabung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 10:44:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakrasastra12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakramotiv12.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Editor &#124; Kolom Lepas &#124; January 12th, 2010 ( www.andaluarbiasa.com) Oleh: Bartholomius Padatu* Jenuh dengan kemiskinan dan konsep turunannya seperti; lemahnya daya beli, menyusutnya naluri kepemilikan, terjungkalnya martabat diri, termajinalkan dalam pergaulan sosial, sumber pertikaian keluarga, dll. Keadaan yang demikian &#8230; <a href="http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/01/13/untuk-apa-tidak-menabung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakramotiv12.wordpress.com&amp;blog=10790971&amp;post=7&amp;subd=cakramotiv12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Editor | <a title="View all posts in Kolom Lepas" rel="category tag" href="http://www.andaluarbiasa.com/category/kolom-lepas">Kolom Lepas</a> | January 12th, 2010 ( www.andaluarbiasa.com)</p>
<p><strong>Oleh: Bartholomius Padatu* </strong></p>
<p>Jenuh dengan kemiskinan dan konsep turunannya seperti; lemahnya daya beli, menyusutnya naluri kepemilikan, terjungkalnya martabat diri, termajinalkan dalam pergaulan sosial, sumber pertikaian keluarga, dll. Keadaan yang demikian tentulah, jika dinalar dengan akal sehat, merupakan keadaan yang tidak satu pun manusia rasional bersukarela bermukim di wilayah kemiskinan, apalagi menjadi “warga negaranya.” Namun faktanya, ada banyak orang yang berada pada wilayah tersebut dengan multi sebab kehadirannya.</p>
<p>Tulisan ini tidak berpretensi atau berkeinginan mendaftar keberadaan mereka lengkap dengan seperangkat alat analisis rigid guna memetakan faktor-faktor penyebab, terlebih memprediksi mutu masa depan mereka. Tulisan ini juga tidak bertukar-tanding dengan konseptor-konseptor lainnya yang telah menjagat-raya dengan formulasi idealis-pragmatis mereka mengenai cara jitu, kiat mujarab membongkar atau menghancurkan “Batu ginjal kemiskinan yang menyiksa”.</p>
<p>Jika nantinya tuturan ini pun jatuh pada wilayah yang mirip-mirip reformulasi resep <em>cespleng</em>, ya demikianlah adanya keberpihakan tulisan ini pada usaha-usaha getol untuk turut berkoor-ria (paduan suara) mempreskripsikan jalan tengah. Sedikit jalan baru membujuk secara halus melalui pertukaran gagasan-gagasan guna menjawab pertanyaan sakral “Bisakah orang pas-pasan” (jika tidak mau dikatakan miskin) mengepaskan kembali ukuran harapan ekonomi kehidupan mereka ke tingkat yang lebih berpengharapan, ketimbang sekadar puas dengan kata “cukup-cukupan”.</p>
<p>Kehadiran lembaga-lembaga keuangan, khususnya pemberlakuan mekanisme pertukaran uang, penanaman modal, atau investasi kaya model; depositolah, danareksalah, obligasi, dan macam-macam lainnya menjadi fenomena subur yang terus bertumbuh di tengah-tengah badai <em>trust and distrust</em> pernasabahan. Meskipun demikian, kehadiran lembaga-lembaga pengelola dana ketiga (penabung) tentunya dapat dipahami dari akar filosofis ontologis (nilai kehadiranya) hingga aksiologis (kemanfaatan). Rekapitalisasi dana minim, menjauhkan uang mereka dari tangan “keempat” (sebut saja pengutil), penjaga kebersahajaan hidup dengan mempertahankan gaya hidup sehat, paling tidak demikian beberapa rincian kemanfaatannya.</p>
<p>Kehendak menuliskan pemikiran ini menajam pada semangat yang berkobar-kobar sebagai pemantik penyalaan proteksi-prakondisi bagi banyak orang yang masih berputar-putar dengan ketidakbiasaan menyikapi atau menjinakkan “naluri boros mereka”, “belanja buruk”, “minus kesadaran dengan <em>multi</em><em>-disaster</em> atau bencana”, bahkan “regenerasi ekonomi pewaris”. <em>Sharing</em> ide atau gagas emiksasi (memaknai) “untuk apa tidak menabung” diruncingkan untuk membangun ketangguhan finansial melalui tindakan sadar; mengamankan atau mengelola secara cerdas dan berdimensi protektif multi ancaman yang memaksa orang patuh pada logika “uang sebagai <em>power</em>”.</p>
<p>Persoalannya, beberapa orang sangat serius dan kukuh memijakkan diri pada landasan logika cair bahwa “uang bukanlah segala-galanya”, sehingga membuka celah bagi koreksi pada argumentasi “uang adalah alat pertukaran lega dan <em>powerful</em>” di mana banyak hal akan dikaitkan dengan kemampuan pertukarannya. Dengan sendirinya pelemahan nilai atau bobot kebermaknaan uang menjadi melemah manakala ditarik dengan logika-logika lainnya yang tampaknya benar di permukaan, benar secara parsial, dan tidak mencukupi nilai keutuhan di mana uang sebagai alat mekanis dari sistem “<em>survival life</em>” (perjuangan melanggengkan kehidupan). Dalam hal ini orang lupa bahwa uang (ekonomi) tuntas mengukuhkan dirinya di panggung peradaban hidup manusia sebagai suprasistem dari subsistem lainnya seperti; politik, budaya, keamanan, relegi, dll.</p>
<p>Logika tandingan yang saya maksudkan adalah simplikasi (penyederhanaan) konsepsi-konsepsi definitif (bersipat definisi) mengenai arti limitasi esensi (batasan makna) miskin, kaya. Beragam olah batas makna kemiskinan memecundangi pribadi-pribadi tertentu menurunkan kewajiban mereka untuk hidup lebih dari kecukupan ke wilayah datar yang dimaksud hidup sederhana itu indah, sederhana itu tenang, sederhana itu keren. Seandainya yang ia maksudkan sederhana itu adalah tidak kekurangan, namun menurunkan level keberdayaan mereka dari tingkatan berkelebihan dan menahan diri pada level menengah (artinya berkelebihan namun tidak berkekurangan) tentulah saya sepaham dengan konsep kesederhanaan yang mereka maksudkan. Namun, jika mereka menggeser atau mendistorsi hidup sederhana padahal tidak berkelebihan ataupun berkecukupan tentulah pemahaman tersebut berubah menjadi “opium” pelemahan kesadaran realitas sesungguhnya bahwa kekurangan atau kemiskinan asimetris dengan nilai kesederhanaan yang sejatinya.</p>
<p>Logika turunan lainnya yang mengandum “opium” pelemahan realitas adalah cara berpikir “tentativitas kemiskinan” dalam periode waktu sehari. Maksudnya, beberapa orang menyukai dininabobokan oleh nalar filosofis bahwa kesusahan itu berumur satu hari, besok tidak terwariskan dengan kesusahan tersebut. Cara bernalar demikian sesungguhnya dapat dianalogikan seperti seorang yang menghindari cekikan hutang dengan meminum alkohol agar realitas di kepalanya bergeser kewilayah penyembunyian pikiran kecemasan seolah-olah dia telah pergi jauh dan hidup terlepas dari tangan-tangan peminjam yang mencekik dirinya. Tentu kita mengetahui <em>ending</em> analogi tersebut yaitu kembalinya “tangan-tangan pencekik utang” manakala pengaruh alkohol menguap dan kembali menyingkapkan “aura ketidakberdayaan”.</p>
<p>Realitas kemiskinan dengan aneka perwujudan sesungguhnya berada pada jalur prediktif, artinya dapat diramalkan daya permanennya (keabadiaannya). Kemampuan menalar keabadian kemiskinan tentunya harus ditopang dengan keberadaan pemahaman filosofis yang benar berkenaan bagaimana seharusnya menyikapi fenomena kemiskinan tersebut.</p>
<p>Mengubah cekikan kemiskinan tentunya dapat dimulai dengan melakukan pelurusan-pelurusan anutan-anutan prinsip yang telah dibekukan dalam ruang kesadaran. Pelurusan-pelurusan dimaksud adalah uji kepatutan anutan logika-logika yang men-<em>drive</em> konstruksi model kehidupan berdasarkan fondasi-fondasi filosofis. Logika-logika <em>un</em><em>-produ</em><em>cti</em><em>ve</em> seperti “hidup sederhana namun sesungguhnnya berkekurangan” perlu mendapatkan pendudukan kembali makna sesungguhnya. Logika bahwa kesusahan hanya berdurasi periodik harian tentunya tidak dapat dipertahankan lagi selain segera diceraikan, dirontokkan, dan dilempar dari kamus hidup bermartabat, hidup kaya. Sejauh pribadi tertentu tidak membereskan cara berpikir tertib menyangkut cara menyikapi hal kemiskinan, kesederhanaan, ataupun kaya tentulah anomali-anomali (ketidakselarasan) menjadi fenomena keseharian yang menjungkirbalikan nalar sehat. Akibatnya jelas sebuah konstruksi kehidupan yang destruktif (mengarah pada kehancuran sistemik).</p>
<p>Usai membereskan beberapa anutan logika nalar yang asimetris tersebut di atas (tentunya masih banyak konsep-konsep lainnya) penting memasukkan konsep baru yakni “MENABUNG” sebagai kata kunci instrumen kontrol kehidupan yang dikehendaki, proteksi kondisi <em>un</em><em>-predi</em><em>cti</em><em>ve </em>sekaligus yang sanggup diramalkan. Mendapatkan tulisan resep menabung tentu bukan kabar yang menggembirakan atau formula mujarab temuan baru. Konsep ini sesungguhnya setua peradaban. Konsep menabung sesungguhnya telah mencuat ketika orang memahami konteks perebutan sumber daya alam. Keterbatasan sumber daya alam dan munculnya naluri liar atau serakah manusia ditambah dinamika turbulensi siklus alam yang disharmoni terhadap aktivitas penghidupan manusia memunculkan konsep “menabung dengan ragam sinonimnya” sebagai tindakan bijak, pilihan orang-orang yang berkemampuan mengelola energi hidup.</p>
<p>Menabung harusnya menjadi gaya hidup yang terus tumbuh secara linear dengan testimoni-testimoni khalayak yang memberikan pembenaran asumtif bahwa seabrek faedah dapat ditangguk dengan strategi menabung. Menabung dapat menjadi sarana aksentuasi simbolik kecerdasan atau kearifan hidup seseorang terkait apa yang mendatangi dirinya (uang) dan bagaimana berkreasi sekaligus berekreasi dengan kemampuan uang. Bagaimana mengutus uang untuk melakukan serentetan agenda kegiatan yang sifatnya penggandaan. Bahasa sederhananya “lepas seribu datang sejuta”. Menabung dapat menjelma menjadi mesin pengaman perputaran kehidupan. Menabung dapat menjadi <em>brand</em> (merek) diri pribadi-pribadi yang sadar bencana, sadar ketidakpastian daya dukung lingkungan hidup. Menabung menjadi “penjara uang positif” dan membiarkan para pencuri frustrasi (tapi tidak berlaku bagi pencuri internal/pengelola <em>saving</em>).</p>
<p>Menabung membangun kesadaran kita bahwa pemborosan adalah proses pemendekan daya jangkau hidup. Nasihat bijak mengatakan “bila Anda menghabiskan semua yang Anda dapatkan, anda tidak akan pergi kemana-mana.” Daya ikat lingkungan, ruang pergerakan kebebasan menjadi pagar pembatas bagi mereka yang terus membuka kran pemborosan. Kebiasaan menabung menjadikan Anda dikenal sebagai pribadi berkejiwaan waras bencana.</p>
<p>Untuk apa tidak menabung? Menjadi sebuah pernyataan yang menekankan aspek pertanyaan dan menuntut kita merentang menjawab kebermanfaatannya. Untuk apa tidak menabung jika menabung dapat menjadikan kita pribadi yang bermartabat? Untuk apa tidak menabung jika menabung menjadi sarana eskalasi martabat? Benar kata penutur-penutur pendahulu yang menggaristebalkan pernyataan “<strong>HANYA ADA SEDIKIT KARAKTER DALAM KEMISKINAN”</strong>.<strong> </strong></p>
<p>Besaran tabungan Anda dapat menjadi oksigen ruang <em>icu</em> kehidupan Anda. Tabungan Anda dapat menjadi kebun tamasya pikiran tenang manakala dunia ini mengalami kekacauan ekonomi. Kelolalah tabungan Anda bukan dengan mekanisme simpan tarik-simpan-tarik, namun sedapat-dapatnya ‘dua kali simpan satu kali tarik’, lalu semakin menguat ‘tiga kali simpan satu kali tarik’, dan seterusnya hingga Anda hanya menjadikan simpanan tersebut sebagai penyisihan dari situasi hidup cukup. Dan juga, Anda dapat menyisihkan kelebihannya tanpa harus berpikir menariknya kembali—hingga suatu waktu ia menjadi harta karun bagi generasi selanjutnya—bahkan menjadi media donasi-donasi isu-isu kemanusiaan.</p>
<p>Menabung dapat menjadi termometer pengukur dinamika kemajuan hidup Anda dan bukan sebaliknya kemunduran. Menabung dapat memberi Anda insentif sebuah cermin untuk mengenali seorang tua di kemudian hari dalam sebuah cermin dengan memegang sebuah pertanyaan, “Bagaimana saya memperlakukan saya nantinya?”</p>
<p>Kemampuan Anda menata ritme tabungan menjadi sumber refleksi akan kemampuan Anda dalam menata logika atau akal budi. Mintalah nasihat hanya kepada orang yang cerdas dalam menabung, maka Anda akan dijangkitkan suatu sistem cara berpikir yang sistemik. Ia akan membawa Anda mengenali manfaat berdampak sistemik bagi kehidupan Anda di kemudian hari melalui <em>keprigelan</em> menabung.</p>
<p>Menabung pada tingkatan tertentu bukanlah aktivitas menyimpan kelebihan. Cara berpikir demikianlah yang mengempas banyak orang ke area ketidakmampuan menabung. Kelebihan bukanlah istilah atau semacam kunci untuk membuka rekening. Menakar belanja ke dalam kategori skala perioritas atau belanja baik atau buruk (menurut istilah Robert Kiyosaki) adalah mekanisme jitu untuk menemukan adanya satuan mata uang yang dapat disimpan. Menabung itu sendiri sesungguhnya harus menjadi salah satu mata anggaran belanja domestik. Menabung harus dipandang sebagai item strategis memberi makan keluarga di kemudian waktu. Berhati-hatilah dengan filosofi belanja banyak adalah keren. Pembelanja yang keren adalah orang yang mampu menakar kekuatan otot dompetnya dengan beban masa depan.</p>
<p>Jika ada peribahasa mengatakan “menabung pangkal kaya” saya ingin merekonstruksinya menjadi “menabung adalah keseluruhan kekayaan”. Jika ada tuturan yang mengabadikan pernyataan “ingatlah masa tuamu dengan menabung”, maka konstruksi saya adalah “pandanglah tabunganmu maka engkau akan melihat seorang nenek atau kakek sedang berbelanja dengan anggun”.</p>
<p>UNTUK APA TIDAK MENABUNG? Akhirnya, itu boleh menjadi pertanyaan abadi untuk dijawab oleh siapa pun, syukur-syukur menjadi sebuah buku di kemudian waktu.[bp]</p>
<p><strong>* Bartholomius Padatu (disingkat BL Padatu) lahir samarinda 24 November 1974</strong><strong>. </strong><strong>Ia menikah </strong><strong>dengan Selvy </strong><strong>Handayani</strong><strong>, S</strong><strong>.E</strong><strong>. dan dikaruniai seorang putri </strong><strong>bernama Shekinah Jeshan Padatu.</strong><strong> Padatu menamatkan </strong><strong>studi S-1 di STT INTIM</strong><strong>, Makassar 1993-1999, </strong><strong>menikmati pembelajaran S</strong><strong>-2 di </strong><strong>Jurusan </strong><strong>Administrasi Negara FISIP</strong><strong>OL UGM </strong><strong>Yogjakarta 2007-2009, </strong><strong>dan studi S</strong><strong>-3 sedang ditempuh</strong><strong>nya </strong><strong>pada 2009</strong><strong> di </strong><strong>universitas </strong><strong>dan jurusan yang sama. </strong><strong>Pernah aktif berkesenian </strong><strong>teater, menulis naskah</strong><strong>, </strong><strong>dan mensutradarai pementasan-pementasan teater.</strong><strong> Padatu senang bertemu </strong><strong>dengan pribadi-pribadi pembelajar.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakramotiv12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakramotiv12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakramotiv12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakramotiv12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cakramotiv12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cakramotiv12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cakramotiv12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cakramotiv12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakramotiv12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakramotiv12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakramotiv12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakramotiv12.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakramotiv12.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakramotiv12.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakramotiv12.wordpress.com&amp;blog=10790971&amp;post=7&amp;subd=cakramotiv12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/01/13/untuk-apa-tidak-menabung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fcc62d35898c6bd90b6004a0556100b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cakrasastra12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MELAMPAUI MEDIOKRITAS</title>
		<link>http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/01/12/melampaui-mediokritas/</link>
		<comments>http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/01/12/melampaui-mediokritas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 08:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakrasastra12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakramotiv12.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[BL Padatu Jika sampai hari ini anda merasa sebagai sebuah pribadi dengan kemampuan tinggi, sementara pada sisi lain segala buah gagasan anda;perkataan, tulisan tidak meninggalkan bekas atau jejak dicopy fastenya potensi-potensi anda tersebut, sebaiknya anda mulai membuka diri melakukan otokritik.Mungkin-mungkin &#8230; <a href="http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/01/12/melampaui-mediokritas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakramotiv12.wordpress.com&amp;blog=10790971&amp;post=5&amp;subd=cakramotiv12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">BL Padatu</p>
<p>Jika sampai hari ini anda merasa sebagai sebuah pribadi dengan kemampuan tinggi, sementara pada sisi lain segala buah gagasan anda;perkataan, tulisan tidak meninggalkan bekas atau jejak dicopy fastenya potensi-potensi anda tersebut, sebaiknya anda mulai membuka diri melakukan otokritik.Mungkin-mungkin potensi anda berada pada titik stagnan, jalan ditempat atau berjalan teramat lamban.Pada kondidi ini anda perlu melakukan refresh dan menata ulang struktur mobilitas anda ke tingkat advance.Anda perlu melakukan serangkaian pengujian baru berbagai prinsip-prinsip yang kukuh menafasi cara berpikir dan bertindak anda.</p>
<p>Maximalitas potensi diri anda menjadi agenda penting untuk membawa diri anda menjalani proses pembesaran diri mencapai limit ukuran potensi.Proses pembesaran diri ini akan membawa anda memasuki dan menjalani rangkaian tindakan menghidupi diri anda.Sebuah proses yang membuat anda pelan namun pasti merasakan kehidupan yang sebenarnya dan untuk satu tujuan sejati yakni memanfaatan kebesaran anda bagi kebesaran orang lain.</p>
<p>Mediokritas merupakan musuh dalam selimut masa depan anda.Mediokritas merupakan suatu keadaan dimana anda berada pada posisi rata-rata, datar,tidak berdaya pengaruh kuat.Mediokritas merupakan rantai yang memasung potensi kedigdayaan anda menjalani hidup yang berkemenangan.Mediokritas menjadi penjara pembesaran diri yang berpotensi memotong harapan anda untuk menjalani hidup yang jauh lebih menantang, lebih produktif, lebih menjanjikan pemenuhan masa depan yang jauh berbeda.Sebuah pepatah mengatakan “jika anda tidak berbeda, ada yang salah dari cara anda memperlakukan diri anda.”</p>
<p>Melampaui mediokritas mestinya,wajib menjadi bidang perhatian bagi setiap pribadi yang sedang berkeluh kesah secara kronis menyangkut lemahnya daya tawar pribadinya dalam sebuah lingkungan pergaulan. Melampau mediokritas merupakan kerahan usaha sadar untuk membingkai kembali kerja kreatif anda memoles, meningkatkan energi potensi anda, mendaya jualkan diri anda pada suatu waktu yang anda rancang secara sadar.</p>
<p>Potensi diri anda sesungguhnya dapat disulut dengan ledakan api inovasi berdaya tinggi yang sanggup mengungkit anda, membuat lompatan-lompatan sehingga anda bergerak menjauhi mediokritas sebagai musuh pemberdayaan diri.</p>
<p>Jika anda saat ini sedang berada pada posisi Mediokritas hal ini merupakan kondisi yang mecerminkan “kelemahan karakter.” Karakter merupakan kepemilikian nilai-nilai dasar,sifat anda, keyakinan akan nilai yang anda jadikan tuntunan-tuntunan memperlakukan diri anda.</p>
<p>Anda harus senang dengan sifat dari potensi diri anda bahwa potensi merupakan sesuatu yang mengandung unsur dinamis.Tidak ada sesuatu yang patut disebut-sebut potensi jika dimaknai sesuatu yang stagnan. Potensi pada dirinya merupakan bibit, benih yang dapat hidup, tumbuh, membesar, menguat. Senanglah, nyamanlah, bersemagatlah menerima fakta yang telah teruji bahwa potensi anda menjadi tool pengungkit tingkatan hidup anda, kemampuan anda mencapai sesuatu, keluasan cara pandang anda.</p>
<p>Mediokritas dapat dilampaui dengan penanganan <em>by design</em>. Melampaui mediokritas akan digerakkan menekan tombol niatan yang mendapat penyiasatan dalam tindakan. Anda dapat memulainya melakukan input software berupa segala rupa informasi yang anda sesuaikan dengan tujuan pencapaian akhir anda. Pasokan informasi tersebut dilakukan dengan tindakan sederhana yakni “MEMBACA”.Prinsipnya jika anda bercita-cita agar potensi anda dapat di baca publik,maka anda tidak dapat menyingkirkan software satu ini.</p>
<p>Anda lemah dalam membaca? Selamat! Anda belum kiamat.Cara yang praktis dapat anda lakukan memperkuat otot baca anda adalah merajinkan diri memasuki perpustakaan(rumah para cendikiawan), toko buku, membeli buku, mengontek penulis buku,berdiskusi dengan penulis, turut mengkritisi,dapat dibungai dengan jus mimpi menjadi pemikir,hingga pada tingkatan keberdayaan memproduksi gagasan dalam format tulisan.Lakukan terus-menerus tanpa diusik keinginan mempertanyakan sampai kapan latihan-latihan tersebut mencukupi.seiring dengan penguatan otot baca anda sebuah momentum yang tidak anda sangka-sangka hadir dalam kehidupan anda, hingga anda akan gelisah sendiri jika proses latihan-latihan anda ada yang menghambat.Anda akan menyukainya.Semakin anda berlatih membaca anda akan dimungkinkan menjadi seorang penulis,berikutnya dunia pembicaran menyediakan tempat bagi anda.Selanjutnya terserah anda, andalah yang memegang kendalinya untuk membangun dunia dan kehidupan anda.</p>
<p>Jogja 12 januari 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakramotiv12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakramotiv12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakramotiv12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakramotiv12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cakramotiv12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cakramotiv12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cakramotiv12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cakramotiv12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakramotiv12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakramotiv12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakramotiv12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakramotiv12.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakramotiv12.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakramotiv12.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakramotiv12.wordpress.com&amp;blog=10790971&amp;post=5&amp;subd=cakramotiv12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakramotiv12.wordpress.com/2010/01/12/melampaui-mediokritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fcc62d35898c6bd90b6004a0556100b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cakrasastra12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MOMENTUM</title>
		<link>http://cakramotiv12.wordpress.com/2009/12/15/momentum/</link>
		<comments>http://cakramotiv12.wordpress.com/2009/12/15/momentum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 08:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakrasastra12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakramotiv12.wordpress.com/2009/12/15/momentum/</guid>
		<description><![CDATA[BL Padatu Sangat mudah menterjemahkan kata momentum, semudah anda membuka kamus dan membaca deret pengertian kata momentum.Kata momentum dalam kamus bahasa Indoensia menempati posisi ke tiga sesudah kata dasar momen yang menurunkan kata momentum. Kata momentum berarti saat yang tepat, &#8230; <a href="http://cakramotiv12.wordpress.com/2009/12/15/momentum/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakramotiv12.wordpress.com&amp;blog=10790971&amp;post=3&amp;subd=cakramotiv12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"><em>BL Padatu</em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;">Sangat mudah menterjemahkan kata momentum, semudah anda membuka kamus dan membaca deret pengertian kata momentum.Kata momentum dalam kamus bahasa Indoensia menempati posisi ke tiga sesudah kata dasar momen yang menurunkan kata momentum. Kata momentum berarti saat yang tepat, kesempatan atau dalam pengertian fisika besaran yang berkaitan dengan benda yang besarnya sama dengan hasil kali masa benda yang bergerak itu dan kecepatan geraknya;kuantitas gerak.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;">Kata momentum sangat populer digunakan sebagian orang untuk menandai adanya suatu perubahan prilaku; strategi;target-target pencapaian,dll. Momentum biasanya dipasangkan pada peristiwa-peristiwa khusus dan meluas pada banyak bidang atau segmen hidup manusia seperti budaya;ekonomi;politik;keagamaan dengan multi varian momentum masing-masing bidang.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;">Contoh terdekat,bidang keagamaan,Film 2012 dijadikan momentum refleksi segmen keagamaan untuk memasuki wilayah penghayatan keagamaan yang lebih dalam.Penggambaran hari terakhir dibumi menjadikan lompatan relegiositas untuk kemudian menyesuaikan beberapa potongan prilaku keagamaan yang tidak cocok dengan nilai dasar teks-teks keagamaan. Sebut lagi contoh Ulang Tahun kelahiran, pernikahan. Sangat banyak pribadi-pribadi yang menjadikan pesta-pesta ulang tahun sebagai momentum titik perubahan diri, evaluasi kedewasaan serta ikrar perbaikan diri hingga publikasi titik balik promosi diri untuk diperlakukan secara berbeda dari pengelompokan usia misalkan usia 17 tahun.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;">Dalam esai motivasi kali ini(atau apa saja namanya), saya tidak memanjakan pembaca untuk melompat kesana-kemari untuk kadang-kadang memikirkan momentum dalam pengertian positif,kemudian dalam waktu yang berdempet memikirkan momentum dalam pengertian sempit nan negatif.Saya akan tetap menggunakan pengertian sekaligus memberdayakan penggunaan momentum dalam bingkai positif untuk membawa pembaca membungkus faedah positif dari tulisan ini.Sangat saya hindari penggunaan kata momentum sebagai sebuah kesempatan dalam urusan-urusan negatif.Contohnya; Mumpung si A putus sama si B saya masuk kewilayh pribadinya untuk memanfaatkan sepotong hati yang telah rapuh dan teramat muda untuk dimanipulasi.Persis hal yang sama momentum dalam pengertian adanya kesempatan dipakai keliru ketika seseorang mencintai anda secara over dosis lantas anda berkesempatan menguras semua yang dimiliki seseorang.Begitu juga kata momentum tidak dibawa kesana-kemari untuk mencari kesempatan dimana seorang penjual lengah, kemudian kecepatan tangan anda dipergunakan secara salah.Versi lainya, momentum atau kesempatan anda punya uang banyak maka dengan sendirinya anda merasa berkesempatan membelanjakan semua uang anda hingga bemper saldo Bank anda menunjukkan angka Nol rupiah.Penggunaan momentum dalam ranah politikpun secara negatif tidak akan saya rekomendasi.Satu dua contoh dapat diberikan.Ketika ruang publik dan demonstrasi terbuka secara melebar,gerombolan masa dapat menghamburkan apa saja, termasuk melempar atau merusak fasilitas publik;bangunan,mobil,pohon,dll tanpa dapat diidentifikasi dengan mudah bahkan cenderung dapat pulang dengan bebas ke rumah, merasa puas sudah menghancurkan mobil bagus orang sambil mengelus mobil butut anda dan bergumam,”sainganmu sudah tidak berlenggok dijala raya manis.”</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;">Tulisan ini, sungguh-sungguh saya hadirkan keruang publik yang sempat membacanya hanya dalam jangkauan positif.Sebisa mungkin saya akan memparadekan lebih dari lusinan contoh-contoh yang dapat anda rujuk kedalam referensi pengalaman hidup , tetangga, negara anda,dll.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;">Kita mulai dengan kembali menegaskan bahwa momentum sebagaimana terdefinisi diawal tulisan ini dimaknai sebagai kehadiran kesempatan berdimensi multifilkasi atau penggandaan energi yang berkemampuan membuat perubahan radikal dalam perjalanan hidup anda.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;">Peta momentum (beberapa)yang dapat anda gunakan sebagai berikut:</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>1.Tutup Tahun dan buka Tahun</strong></em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Momentum kunci tahun dan buka Tahun dapat anda masukkan dalam daftar momentum atau kesempatan untuk mengakhiri segala bentuk kecerewetan, kesombongan diri, prilaku merendahkan pasangan, tangan yang suka marah (memukul),prilaku boros, malas, sembrono, aktivasi perselingkuhan, manipulasi, dll dan mencanangkan tahun perubahan bahwa di hari-hari awal tahun baru menjadikan anda pribadi-pribadi berbeda yang kuat mengalirkan semangat perubahan.Anda boleh mencanangkan (dengan jari tangan menunjuk langit)bahwa anda akan berubah dan berjanji memperlihatkan perubahan dalam diri anda kepada siapa saja yang melihat anda. Anda dapat menggumam,”engkau akan kaget melihat perubahan diriku (yang penting bukan perubahan dari gondrong ke gundul).</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>2. Momentum Kelahiran</strong></em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Bagi yang memiliki pasangan, anda dapat menjadikan momentum kelahiran anak pertama anda sebagai jembatan penyeberangan peran baru sebagai seorang ayah dan ibu dengan mulai melatih diri menggunakan sebutan bapak, mamak, ayah-ibu,papi-mami, dad-mom, apa saja sebutan tersebut guna memperkuat karakter peran diri anda yang baru.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Anda dapat menjadikan kehadiran anak anda sebagai momentum untuk mengalihkan dana judi anda kepada anggaran pembeli susu sehingga anda dikenal sebagai bapak bertanggungjawab ketimbang bandar judi.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Anda dapat menjadikan kelahiran anak anda sebagai momentum untuk memiliki semangat kerja yang meningkat dengan berikthiar menjadikan honor penulisan sebagai sumber pembeli dot susu.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Kelahiran anak anda dapat dijadikan momentum peningkatan rasa sayang, cinta pada sang istri yang sudah memberi kesempatan indah bagi anda untuk disebut sebagai ayah dengan sebutan Pak Shekin,Pak putri, pak mawar,dll.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>3. Momentum Keselamatan</strong></em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Ada banyak pribadi yang mungkin kita sebut mengalami dinamika hidup yang tidak seberuntung diri anda. Ada rekan anda yang dipecat dan anda tidak.Ada orang yang mendapat kecelakaan sedangkan anda lolos dari cengkraman maut.Ada orang yang harus kehilangan anggota tubuh sementara anda tetap aman menggunakan anggota tubuh anda.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Terlepasnya anda dari ragam bencana, tentu dapat anda pakai menjadi momentum untuk melipatgandakan rasa syukur kepada Tuhan, meningkatkan rasa kasih anda kepada orang lain yang menurut ukuran dunia tidak seberuntung diri anda.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Selamatnya rumah anda dari kejaran jari-jari api yang melumatkan banyaknya bangunan-bangunan rumah di sepanjang tahun 2009 ini harapannya menjadi momentum bagi anda untuk menjadikan rumah anda sebagai istana tinggal bagi keluarga, dan bukan sebagai pajangan semata, bangunan tanpa penghuni, miskin kebahagiaan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>4.Momentum keberhasilan</strong></em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Jika anda telah tiba pada suatu jenis keberhasilan kecil-kecilan namun berdaya atau berdampak besar maka lanjutkan merajut kesuksesan-kesuksesan kecil.Misal anda telah berhasil mengalahkan lemahnya otot membaca anda dengan membaca satu paragraf, lanjutkan pada tingkat pencapaian halaman, seterusnya pasal atau sub judul hingga menamatkan satu buah buku.Anda tentu tahu bagaimana menggunakan momentum penamatan satu judul buku yakni dengan segera memegang dan membaca buku kedua, hingga momentumnya bergulir mencapai angka puluhan, ratusan, ribuan buku.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Seandainya anda berhasil dalam menuliskan sebuah karya tulis puisi, narasi berlibur ke rumah nenek, atau apa saja jenis tulisan, sebaiknya anda tidak melepaskan keberhasilan tersebut dengan berhenti sampai pada titik tersebut.Anda harus menggunakan momentum tersebut untuk menulis tulisan ke dua, mungkin dengan judul baru berlibur kerumah kakek, kerumah si A, ke sana, kesini.Lanjutkan momentumnya jangan pernah menghentikan jari-jemari anda berdansa meskipun dengan gaya patah-patah dengan tuts-tuts mesin ketik atau laptop anda. Jika suatu hari tulisan anda dipampang di media massa, bermomentumlah lebih cepat lagi hingga anda lupa bahwa ada kata “berhenti” dalam kamus penulisan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Megandaikan keberhasilan anda dalam bidang bisnis, tentu anda dapat mengerjakan dinamika momentum anda.Pasca atau sesudah keberhasilan anda menjual sebatang rokok anda dapat menjual satu dua bungkus rokok, menjual rokok lainnya, membangun gerobak, mendirikan Ruko, bisa jadi anda akan tiba sebagai pengusaha Rokok kelas Internasional (teori sektor informal). Tingkatkan momentum anda ketika berhasil menjual satu item dagangan menuju item kedua, ketiga dan jangan pernah berhenti.Kuasailah pengetahuan anda tentang keberhasilan memperanakan kesuksesan.Kesuksesan memperanakan peluang, dan peluang mendewasakan keuntungan.Secara siklus keuntungan anda memperanakan momentum untuk penggandaan-penggandaan berikutnya bagi anda.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Momentum itu banyak wajah, jadi cukup dituliskan dalam format singkat untuk kemudian menunggu memanfaatkan momentum selanjutnya .Prinsipnya bagi anda apapun momentum yang anda ingin pakai,gunakanlah momentum itu sebagai perkalian kekuatan energi perubahan diri anda hingga anda mencapai bentuk maksimal dari maksud adanya anda dimuka bumi ini.Selamat menutup tahun 2009 dan memomentumi tahun baru anda 2010 sebagai tahun ledakan kreativitas anda.Pastikan momentum anda bukanlah momentum yang bergerak pada pelipatan kekuatan penghancur diri,namun letupan penguatan diri. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Yogjakarta 14 desember 2009</span></span></p>
<p><span style="font-family:Maiandra GD,serif;"><span style="font-size:small;"> Cakrawala 12</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakramotiv12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakramotiv12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakramotiv12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakramotiv12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cakramotiv12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cakramotiv12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cakramotiv12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cakramotiv12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakramotiv12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakramotiv12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakramotiv12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakramotiv12.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakramotiv12.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakramotiv12.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakramotiv12.wordpress.com&amp;blog=10790971&amp;post=3&amp;subd=cakramotiv12&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakramotiv12.wordpress.com/2009/12/15/momentum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0fcc62d35898c6bd90b6004a0556100b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cakrasastra12</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
